sekretariat/berita/gambar/WhatsApp-Image-2019-09-04-at-23.09.27.jpeg

Dua Anggota Kodim Belu Jalani Persidangan Militer Terkait Penyelundupan Pakaian Bekas dari Timor Leste

04 September 2019

Dua anggota TNI dari Kodim 1605 Belu menjalani persidangan militer di Pengadilan Negeri (PN) Atambua, Selasa (3/9/2019). Kedua Anggota TNI yakni Pelda S alias Bram dan Letda (inf) MT yang merupakan anggota dari unit intelijen harus disidangkan secara militer karena diduga terlibat dalam kasus penyelundupan puluhan pakaian bekas dari Timor Leste pada akhir Januari 2019 lalu.

Persidangan yang  berlangsung dari pukul 09.00 wita Majelis Hakim, Letkol Sus Mustofa, SH.,MH selaku Hakim Ketua, Mayor Chk Ahmad Efendi, SH.,MH dan Mayor Chk Indra Gunawan, SH.,MH selaku Hakim Anggota. Bertindak sebagai Oditur Militer atau Penuntut Umum, Mayor Chk Heru Eko Saputro, SH dan Panitera Pengganti Letda Chk Gunadi, SH.

Sidang militer ini menjadi suatu pemandangan berbeda karena dilakukan di Pengadilan Negeri Atambua. Hal ini menyebabkan warga yang datang berkunjung ikut menonton jalannya persidangan. Dalam persidangan ini, sejumlah anggota TNI, dari pihak bea dan cukai, warga sipil dan dari kepolisian Polres Belu juga dihadirkan sebagai saksi. Dalam sidang tersebut, ketiga hakim dan oditur terlihat mencerca para saksi dan terdakwa dengan sejumlah pertanyaan.

Hakim juga menunjukkan barang bukti berupa sebuah karung putih berisi pakaian bekas serta menunjukkan sejumlah dokumen yang merupakan bukti dalam kasus tersebut. Dalam sidang, terungkap salah satu anggota TNI, S alias Bram menerima uang sejumlah Rp 24 juta untuk “mengatur” masuknya pakaian bekas dari Timor Leste. Salah satu hakim bahkan sempat mengatakan S alias Bram yang adalah anggota intelijen tersebut  telah “bermain dua kaki” dalam kasus penyelundupan pakaian bekas tersebut.

Lebih lanjut sang hakim mengatakan, meski sudah delapan orang saksi yang diperiksa namun belum diketahui siapa yang mengurus barang pakaian bekas  itu dari Timor Leste hingga masuk Indonesia. Bagaimana prosesnya dari Dili sampai ke rumah TKP juga belum jelas.

Hakim mempertanyakan uang senilai Rp 24 juta yang diterima oleh S alias Bram pada tanggal 23 Januari 2019 yang tujuannya adalah meloloskan barang dari Timor Leste.

 “Terdakwa (S alias Bram, red) main dua kaki,” kata sang hakim anggota. Menurut Letda MT, terdakwa S alias Bram adalah anggotanya di unit intel yang disusupkan ke jaringan penyelundup pakaian bekas sehingga yang dilakukannya bukanlah kejahatan. Letda MT bahkan menegaskan Pelda S alias Bram telah menjalankan tugas secara baik karena telah melaporkan kepada tentang masuknya pakaian bekas tersebut hingga berunjung penangkapan. Namun keterangan ini membuat majelis hakim berang karena ternyata terdakwa Pelda S alias Bram telah menerima uang sejumlah Rp 24 juta untuk mengatur masuknya pakaian bekas tersebut.

Terhadap keterangan para saksi, terdakwa Pelda S alias Bram hanya menyanggah keterangan saksi dari Bea Cukai Atambua yang menyebutkan bahwa dirinya turut serta melakukan penyelundupan. “Saya tidak turut serta,” kata Bram. Sidang akhirnya diskorsing untuk istrahat sholat dan makan (Ishoma) siang dan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa lainnya. Sebelumnya, media nttonlinenow.com memberitakan, Kodim 1605/Belu berhasil mengamankan sekitar puluhan karung yang berisikan pakaian rombengan atau pakaian bekas, Rabu (30/1/2019).

Informasi yang berhasil dihimpun media di lapangan, kurang lebih ada sekitar 62 karung pakaian itu diamankan Anggota Intel Kodim Belu di sekitaran pemakaman atau kuburan Islam, Tini, Kelurahan Rinbesi, Kota Atambua. Saat diamankan barang bukti karung putih ukuran besar itu berada dalam sebuah truk jenis Izuzu Canter Turbo warna merah dengan Nopol DH 9093 XX bertutupkan terpal yang sedang parkir di lokasi diamankan. Oleh Anggota Intel, kendaraan truk Villaderbia beserta BB karung pakaian rombengan langsung digiring ke Mess Kodim Belu. Selanjutnya barang tersebut diturunkan dan disimpan dalam gudang. Diketahui barang bukti itu diangkut dari tempat penampungan di Silawan pagi hari. Pengiriman puluhan karung pakaian itu diduga dibacking oleh oknum Anggota Kodim Belu dengan menggunakan jasa sewa truk untuk mengangkut dibawa ke dalam Kota Atambua. Pantauan media, selesai diturunkan semua karung berisi pakaian bekas itu, kendaraan truk bak kayu yang masih tertutup terpal itu langsung digiring ke Makodim Belu dan diparkir di belakang Kantor.

Dandim 1605/Belu, Letkol CZI I Putu Gusti Dwika yang dikonfirmasi media terkait hal itu mengatakan, dirinya belum mendapat informasi terkait dugaan keterlibatan oknum. Namun dirinya akan mendalami informasi tersebut. “Saya akan selalu awasi anggota saya agar tidak terlibat masalah ilegal. Jika ada info Anggota terlibat informasikan saya, agar saya tidak salah ambil keputusan,” ujar dia.

Sebelumnya Dandim Dwika yang ditemui awak media di kantornya mengatakan, dirinya mendapat laporan tadi pagi dari unit telah terjadi usaha penyelundupan dan anggota yang mendapat informasi langsung turun ke lokasi dipinggir pantai. “Malam dapat informasi kita turun dan berhasil amankan 40 karung pakaian rombengan tanpa pemilik,” ujar dia.

Saat ini barang bukti karung tersebut telah diamankan di Kodim, dan akan kita musnahkan karena tidak ada pemilik beserta barang bukti lainnya yakni BBM berupa minyak tanah yang diamankan.

Pengumuman

Alamat Kantor

Jln. Perintis Kemerdekaan Kayu Putih - Kota Kupang - Nusa Tenggara Timur

Telp./Fax : (0380) 8554367

E-mail : admin@dilmil-kupang.go.id

DENAH LOKASI KANTOR

Jam Kerja

DASAR HUKUM KMA Nomor : 071/KMA/SK/V/2008
PERMA Nomor 07 2016
Hari Masuk Pulang Istirahat
Senin s/d Kamis 08.00 WITA 16.30 WITA 12.00 s/d 13.00 WITA
Jum'ad 07.30 WITA 16.30 WITA 11.30 s/d 13.00 WITA
Copyright PENGADILAN MILITER III-15 KUPANG